Sabtu, 26 Mei 2012

Proposal Penulisan Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Pesatnya perkembangan teknologi seiring dengan kemajuan informasi menuntut manusia untuk melangkah lebih maju mengimbangi kedua hal tersebut, waktu dirasakan menjadi sangat berharga dimana segala aktivitas yang dilaksanakan harus terstruktur atau dapat dikatakan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya dan bilamana kita tidak merancang rencana yang akan kita lakukan kedepan maka dipastikan akan banyak waktu yang terbuang sia–sia. Kemudahan yang diperoleh dalam melaksanakan segala aktivitas sehingga waktu yang dipakai menjadi efisien merupakan sesuatu yang tidak kalah pentingnya di era globalisasi seperti saat ini dan solusi yang akan menjawabnya adalah internet.
Kecenderungan teknologi yang terjadi dalam bidang informasi khususnya dunia internet memunculkan suatu alternatif sistem baru  yang dikenal oleh banyak orang yang merupakan solusi bagi sebagian besar manusia yang terbentur pada masalah keterbatasan waktu dimana teknologi ini memberikan kemudahan – kemudahan yang sangat menguntungkan bagi penggunanya. Kita mengenalnya dengan istilah internet. Untuk mencari informasi di internet dapat dilakukan dengan mengunjungi situs atau website yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan atau dapat dilakukan dengan pencarian di situs pencari atau Search Engine Site’s.
Berdasarkan pada pandangan tersebut, penulis dapat mempromosikan dan memberi informasi kepada masyarakat luas. Pada kesempatan ini penulis mengangkat judul “Pembuatan Website SDN Depok baru 2 dengan menggunakan PHP dan MySQL”.
Website ini dapat menjadi sarana yang paling cepat untuk memberikan informasi sekolah yang akan di publish, misalnya seperti profil sekolah,sejarah singkat tentang kondisi sekolah,nama kepala sekolah yang pernah menjabat di SDN ini,serta visi dan misi dari sekolah ini.
Untuk mendukung program website ini, dari berbagai alternatif yang dipilih oleh penulis maka bahasa pemrograman web dengan menggunakan PHP adalah pilihan yang terbaik, karena PHP dirancang untuk membentuk web yang dinamis. Artinya, PHP dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini, misalkan menampilkan isi database ke halaman web.


1.2. Batasan masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis membatasi pembahasan mengenai cara pembuatan situs SDN Depok Baru 2, Situs ini dibuat dengan menggunakan Apache server, PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai program basis datanya.


1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah membuat website yang di harapkan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang ingin lebih mengenal SDN Depok Baru 2, Melalui system tersebut diharapkan tidak hanya mengandalkan system konvensional melalui tatap muka antara pihak sekolah dan calon murid baru melainkan dapat berlangsung tanpa adanya batas jarak dan waktu.


1.4 Metode Penelitian
Metode yang dilakukan dalam penulisan ini antara lain :
a. Studi Lapangan
Dalam memperoleh informasi dan mendapatkan data yang di inginkan, penulis telah mengadakan studi lapangan ke sekolah yang bersangkutan yaitu SDN Depok Baru 2. Pada tahap ini penulis juga melakukan pengumpulan informasi mengenai sekolah tersebut dengan wawancara kepada kepala sekolah setempat.
b. Perancangan atau Design
Dalam tahap ini penulis melakukan tahapan selanjutnya yaitu merancang tampilan.
c. Implementasi atau Uji Coba
Pada tahap implementasi penulis akan menerapkan hasil perancangan dari tahap dasar ke dalam suatu bahasa pemrograman dengan menggunakan PHP dan MySQL.


1.5 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan menjelaskan teori-teori yang menunjang, dalam hal yang berkaitan dengan PHP yang digunakan dalam pembuatan aplikasi web, MySQL digunakan untuk pembuatan database,
BAB III : PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan perancangan website. Yang meliputi pengumpulan data, struktur navigasi, rancangan struktur database serta langkah-langkah pembuatan program.
BAB IV : PENUTUPAN
Pada bab penutup ini, berisikan kesimpulan dan saran dari web yang telah dibuat.

10 hal kontroversi Lady Gaga


Lady Gaga menjadi penyanyi yang paling disorot dalam kurun waktu 3 tahun ini. Banyak sekali aksi penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta yang kontroversial. Setidaknya dunia merekam 10 momen paling fenomenal dari Lady Gaga.

1. Meat Dress
Inilah kontroversi Gaga yang paling diingat oleh Dunia. Ia mengenakan busana yang terbuat dari daging asli! Tak hanya busana, daging tersebut juga dibuat sebagai sepatu dan hiasan rambut. Meat Dress rancangan Franc Fernandez ini dikenakan Gaga saat menghadiri MTV Video Music Awards 2010. Gaga menuai kritikan dari berbagai pihak termasuk organisasi penyayang hewan.

2. Album "Born This Way"
Penampilan foto Gaga dalam album ini sangat total anehnya. Mulai dari memakai high heels 20 cm, berubah menjadi motor, hingga menggunakan busana transparan berbentuk segitiga di bagian pinggang ke bawah yang memperlihatkan area sensitif Gaga. Albumnya ini menjadi pembahasan yang tak berujung di berbagai forum.

3. Burlesque
Tahun 2010, Gaga pernah memberitahukan harian The Telegraph bahwa sebelum terkenal, ia pernah menjadi penari "Burlesque" dengan kostum super seksi. "Saya di panggung dengan lingerie dan melayang menggunakan tali, rambut dengan warna yang menyala, menari go-go dan bernyanyi tentang seks oral," ujar Gaga.

4. Konsep ekstrem pada video klip
Terobsesi dengan kekuatan visual, Gaga kerap membuat konsep yang ekstrem dalam video klip dari lagu-lagunya. Ia pernah mempergunakan "Police Line" untuk membelit tubuhnya yang difokuskan pada area intim dan dada, memakai konsep seks masokis (kekerasan) yang kerap terjadi di beberapa penjara luar negeri, menggunakan penutup kepala seperti biarawati tetapi ia hanya memakai panties dengan penutup dada berupa rosario.

5. Perkara dengan mantan pacar
Bahkan seorang popstar macam Gaga tidak bisa menampik kesialan dan berurusan dengan mantan kekasihnya. Sang mantan, Rob Fusari yang juga partner bisnis dan produser lagu-lagu Gaga, menggugat "Mother Monster" itu sebesar USD 30,5 juta karena merasa bahwa dirinyalah yang "mengemas" Gaga sehingga menjadi terkenal seperti sekarang.

6. Es krim dengan ASI
Seolah memperpanjang daftar keburukan Gaga, sebuah produsen Es Krim bernama The Icecreamist memproduksi Es Krim yang dinamakan "Baby Gaga". Salah satu bahan dasarnya adalah air susu ibu (ASI) asli!

7. Busana aneh
Jauh sebelum menggunakan busana daging, Gaga memang sering berpakaian aneh seperti menggunakan aksesoris kepala yang melingkari wajah, seperti rambut singa. Memakai bodysuit dengan penutup kepala warna merah darah serta menutupi body suit dengan hiasan balon-balon kecil.

8. Biseksual
Lady Gaga mengaku sebagai seorang biseksual. Namun orientasinya lebih aneh lagi, ia menyukai wanita secara seksual dan pria gay! Hal itu diungkapkannya secara gamblang dalam video klip "Poker Face".

9.Menjadi kajian Sosiologi
Keanehan Gaga dalam berbusana dan bermusik selalu melekat pada setiap orang yang melihat. Atas fenomena ini, Lady Gaga menjadi kajian sosiologi dari seorang pengajar di Universitas Carolina Selatan, Profesor Mathieu Deflem. Ia memberikan nama makalahnya "Lady Gaga and the Sociology of Fame" yang berisi eksplorasi dirinya atas Gaga dari sudut akademis.

10. Lagu tentang Judas
Tak puas dengan kontroversi video klip "Alejandro" yang membawa simbol-simbol agama, Gaga kembali menampar pihak gereja dengan membuat lagu yang menyiratkan bahwa Gaga mencintai ajaran Judas, seorang yang berkhianat terhadap Yesus. Yang lucu, lagu ini telah bocor beberapa minggu sebelum paskah!
Sumber : 10 Kontroversi Lady Gaga http://www.ada-blog.com/2012/05/10-kontroversi-lady-gaga.html#ixzz1w30FL9jV

Jumat, 11 Mei 2012

Parkiran Sepeda Motor UG

Di tahun ajaran baru 2011 UNIVERSITAS GUNADARMA banyak sekali mahasiswa baru tapi kenapa hanya untuk lahan parkir saja tidak ada sehingga menumpuk tidak karuan seperti pasar di pinggir jalan. Ini semua tidak bisa di biarkan berlarut-larut dikarenakan kejenuhan para mahasiswa yang tidak mendapatkan kenyamanan dalam parkir dan membuat suasana kampus menjadi sumpek. bayangkan saja bagaimana tidak sumpek motor yang semestinya berada rapih ini berada di rumput-rumput yang semestinya menjadi taman malah dijadikan lahan  parkir motor.

Saran saya jika semua ini ingin cepat terselesaikan bangun lahan parkir yang layak atau bongkar bangunan-bangunan disekitar parkiran dan buat kembali parkiran bertingkat atau beli lahan yang berada di samping kampus, karena jika tidak cepat di tanggapi ini akan menjatuhkan nama kampus dengan suasanya yang sumpek dan terkesan tidak rapih.

Jatohnya Pesawat Sukhoi Super Jet 100


Penyebab Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100 - Sebab sebab jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 - Apakah yang menjadi Penyebab Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100? Kali ini akan kita lihat, sebelumnya saya telah share tentang Daftar Nama Penumpang Pesawat Sukhoi Superjet 100 dan Pesawat Sukhoi Superjet 100 Jatuh. dan kali ini kita bahas apasih Penyebab Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100?. Menurut informasi dari berbagai situs berita online, mengemukakan bahwa pesawat Sukhoi tersebut ditumpangi oleh 50 orang, diantaranya 42 orang Indonesia dan 8 diantaranya adalah para crew pesawat. Seperti dilaporkan oleh DetikCom, diantara para penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang tersebut terdapat beberapa orang pejabat dari berbagai maskapai penerbangan Indonesia.



Diantara para pejabat berbagai maskapai tersbut, diantaranya adalah Direktur Operasional Kartika Airlines Capt Aan Suhadiana dan Direktur Operasional Pelita Air Darwin Pelawi. Orang penting di maskapai penerbangan lainnya yang juga turut dalam daftar penumpang Sukhoi Superjet 100 yang hilang tersebut, yaitu Capt Gatot Purwoko, merupakan Asisten Direktur Airfast. Kejadian jatuhnya pesawat shukoi superjet 100 ini terjadi pada Rabu, 9/05/2012. untuk penyebab Jatuhnya pesawat Shukoi sendiri belum ada yang bisa memastikan penyebabnya, namun Ketua Badan SAR Nasional Daryatmo mengatakan, posisi pesawat pada saat hilang kontak berada pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur.

"Itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak," ujarnya (kompas.com) Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat. Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 50 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan.

kabar terakhir mengenai Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 di pegunungan Salak memang saat ini sedang dilakukannya evakuasi korban yang tewas ataupun korban yang selamat bila ada. Untuk itu KKabar Terakhir Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 akan kami update selengkapnya. 

kami kutip dari berbagai media adalah Puing Sukhoi Berserakan, Beberapa Jasad Penumpang Ditemukan, Serpihan Sukhoi di Tebing Gunung Salak sangat tragis, Tim Basarnas Sudah Sampai Lokasi, Puing Pesawat Sukhoi Berserakan. Pesawat itu diketahui menabrak gunung dan jatuh di tebing di Gunung Salak di ketinggian 5.800 kaki di kawasan Cijeruk. Untuk itu Kabar Terakhir Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 sampai saat ini adalah sedang dilakukannya Evakuasi korban penumpang Sukhoi oleh tim SAR yang dikabarkan jasadnya sudah terlihat akan tetapi hingga kini sulit untuk di temukan karena sudah hancur. 

Rabu, 11 April 2012

macam-macam kalimat

MACAM - MACAM KALIMAT

Kalimat adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi menurut jenis dan fungsinya yang di jelaskan pada bagian lain :
Contoh :
    1. Kalimat lengkap, Kalimat tidak lengakap
    2. Kalimat aktif, Kalimat pasif
    3. Kalimat perintah, Kalimat majemuk
Contoh Kalimat secara umum :
            “Universitas Gunadarma adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia”
   Unsur- Unsur kalimat
       1. Subyek
       2. Predikat
       3. Obyek
       4. Keterangan
Macam-Macam Kalimat
1. Berdasarkan Nilai informasinya (sasaran atau tujuan yang akan di capai)
       a. Kalimat berita : suatu bentuk kalimat yang menyatakan suatu pernyataan berita atau peristiwa yang perlu diketahui sendiri atau orang lain.
          Contoh :
·         Pemerintah menunda kenaikan harga BBM.
·         Kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
·         Demo kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa daerah mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas umum.
              
      b. Kalimat Tanya : suatu bentuk susunan kalimat yang sebenarnya belum lengkap dikarenakan kalimat tersebut memerlukan suatu jawaban sebagai bagian dari kalimat yang dimaksud.
           Contoh :
·          Kapan akan dilaksanakan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017?
·          Siapakah pemenang Indonesian Idol tahun 2012?
·          Apakah perbedaan pertamax dengan premium?

      c. Kalimat perintah : merupakan bentuk susunan kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan yang harus dikerjakan oleh orang kedua dan hubungannya erat sekali.

     a) Suruhan
      Contoh : Buanglah sampah pada tempatnya.
     b) Perintah
Contoh : Mohon untuk dating langsung ke kantor Sriwijaya Air untuk melakukan penambahan biaya perubhan jadal penerbangan.
      c. Larangan
Contoh: Jangan makan sambil berjalan.
      d. Kalimat ajakan : merupakan bentuk susunan kalimat yang sebenarnya juga merupakan kalimat perintah yang diperluas dan erat hubungannya dengan orang kedua.
     Contoh:
·         Mari kita cegah bahaya penggunaan rokok bagi perokok pasif maupun aktif.
·         Ayo kita laksanakan program kebersihan lingkungan di desa ini.
      e. Kalimat pengandaian
            Contoh : Andaikan saya memiliki banyak uang, saya ingin megajak Ibu saya naik haji.
      f. Kalimat harapan : kalimat yang isinya mengharap suatu hal.
Contoh : Semoga amal perbuatan beliau diterima disisi–Nya.

2. Berdasarkan diathesis kalimat
     a. Kalimat aktif (subyek melakukan perbuatan) : bentuk kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan  yang mengenai langsung terhadap obyeknya.
     b. Kalimat pasif : suatu bentuk kalimat yang mana subyeknya dari klimat tersebut menderita.
3. Berdasarkan urutan kata
     a. Kalimat normal ( subyak mendahului predikat)
     b. Kalimat inverse (prediakayt mendahului obyek)
4. berdasarkan jumlah inti yang menbentuknya
     a. Kalimat minor (hanya mengadung stau inti)
     b. Kalimat mayor (mengandung lebih dari satui inti)
5. Berdasarkan pola-pola dasar
    a. Kalimat inti : kalimat yang terdiri dari inti subyek dak inti predikat.
    b. Kalimat luas (peluasan dari kalimat inti)
    c. Kalimat transformasi (peubahan dari Kalimat inti)
        Ciri-ciri kalimat ini :
       - Hanya terdiri dari dua kata
       - Dua kata ini sekaligus menjadi inti kalimat
          (kata pertama menduduki jabatan predikat)
       - Urutannya adalah subyek mendahului predikat
       - Informasinya adalah intonasi berit yang netral
sumber : organisasi.org

Minggu, 11 Maret 2012

Bahasa Indonesia 2

Nama Kelompok  : Utami Indriani      (15109403)

                                 Diah Wikanti         (10109689)

Kelas                     : 3 KA 12

Matkul                   : bhs Indonesia 2

Dosen                     : Sangsang Sangabakti


Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

-Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat lebih khusus.

Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Contoh :

Sebuah sistem generalisasi.

Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,

Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.

Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)

Bentuk silogisme

·         Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.

·         Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.

Misalnya:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang hujan

Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang jalanan basah

Konklusi : Maka hujan.

Silogisme Standar

Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.

Proposisi 1 dan 2 adalah premis

Proposisi 3 adalah konklusi

Contoh:

“Semua pahlawan adalah orang berjasa

Kartini adalah pahlawan

Jadi: Kartini adalah orang berjasa”.

Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi dua

Jumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini.

Masing-masing term digunakan dua kali.

Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi.

Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi).

Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayordisebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama.

Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua.

Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjaditerm subyek dalam kesimpulan

Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M).

Karena M = P; sedang S = M; maka S = P

Premis mayor M = P M = term antara

Premis minor S = M P = term mayor

Kesimpulan S = P S = term minor


Hukum-hukum Silogisme

a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:

1.       Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga

2.       Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan

3.       Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.

4.       Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.

1.       Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.

2.       Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.

3.       Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)

4.       Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.

Bentuk Silogisme Menyimpang

Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.

Contoh:

“Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.

Bentuk standar:

“Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.

Kamu adalah orang yang bekerja disiplin.

Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.

Senin, 10 Oktober 2011

BAHASA INDONESIA

Pada kali ini kita saya akan membahas tentang kesimpulan definisi bahasa dan masing-masing kata dari bahasa baku.

1.Kesimpulan Definisi bahasa.

-Menurut FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

-Menurut WILLIAM A. HAVILAND
Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

-Menurut pendapat SUDARYONO
Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman..

-Menurut  WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

-Menurut PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut..

-Sedangkan menurut saya sendiri Bahasa itu merupakan simbol suatu bangsa untuk beromunikasi dengan baik dan benar sehingga menjadi ciri khas bangsa itu sendiri,,Bahasa tersebut juga sebagai pembeda antara satu bangsa dengan bangsa yang lain atau antara kelompok satu dengan kelompok yang lain,,Bahasa merupakan alat komunikasi yang penyampaiannya di sampaikan dari mulut ke mulut atau dari segi pembicaraan.
2.Bahasa baku 
Bahasa Baku ..
A.
1.Abad   : masa seratus tahun
2.Abjad       : urutan huruf
3.Abnormal : luar biasa
4.Adab        : sopan
5.Adzan      : panggilan solat
6.Apotek     : rumah obat/penjual obat-obatan
7.Abnormal : tidak normal
8.Atlet         : orang yang gemar berolahraga
9.Azasi        : pokok/yang sangat mendasar
10.Awet      : tahan lama

B.
1.Babad : riwayat/sejarah
2.Bahu       : pundak
3.Bahwa     : kata penghubung kalimat
4.Bakau      : pohon yang tumbuh di pantai
5.Bakso      : sejenis makanan yang berasal dari cina
6.Bangkit    : bangun/berdiri
7.Bantu      : tolong
8.Barangkali  : mungkin
9.Baterai     : alat penghimpun
10.Bedah    : operasi

C.
1.Camera  : alat pengambil foto
2.Cabang    : bagian pohon
3.Cabik       : robek panjang
4.Cambah   : kecambah
5.Canda      : tingkah lucu
6.Catuk      : mencatok
7.Cedok      : megambil dengan sendok
8.Cegah      : menahan
9.Cekik       : mencekam leher
10.Cemas   : merasa gelisah

D.
1.Daftar : susunan nama-nama barang
2.Dah         : dinas
3.Dahar      : makan
4.Dana       : uang
5.Dandan   : berhias
6.Dangkal   : cetek
7.Debat      : diskusi
8.Demikian : begitu/begini
9.Demokrasi: pemerintahan rakyat
10.Dempet : berdmpingan

E.
 
1.Eja      : mengeja
2.Ejek         : menyindir
3.Eksak      : pengetahuan
4.Eksamen : ujian
5.Ektra       : tambahan
6.Ekspres   : cepat
7.Elus         : usap/belai
8.Embus     : pergi
9.Episode   : bagian cerita
10.Esok      : sesuda hari ini

F.
1.Fadil    : mulia
2.Fajar        : cahaya matahari
3.Fakir        : miskin
4.Fana        : tidak kekal
5.Fanatik    : kepercayaan yang sangat kuat
6.Fatal        : celaka
7.Fulus       : uang
8.Fungsi     : kegunaan
9.Fusta       : perahu
10.Fenomena: tanda

G.
1.Gabah : butir-butir padi
2.Gadis       : anak perempuan
3.Gaji         : upah kerja
4.Gagah     : kuat
5.Gaib        : tidak keliatan
6.Galak       : buas
7.Gamelan  : bunyi-bunyian dari jawa atau sunda
8.Gapit       : jepit
9.Gaun       : baju perempuan
10.Gejala    : tanda-tanda

H.
1.Habis  : sudah tidak ada yang tersisa
2.Habit       : kebiasaan
3.Hajar       : memukuli
4.Hafal        : telah masuk ingatan
5.Halus       : tidak kasar
6.Hampir    : dekat
7.Hangat    : mendekati panas
8.Hasrat     : keinginan
9.Hasut      : dengki/iri hati
10.Helai      : lembar barang yang tipis seperti daun

I
1.Ibadat  : kebaktian kepada Tuhan
2.Ikhlas      : tulus hati(dengan hati yang bersih)
3.Ikhtisar   : ringkasan
4.Idap        : menderita penyakit yang lama
5.Ideologi  : asas pendapat /keyakinan yang dipakai bedasarkan pemerintahan
6.Ijazah      : izin/tanda tamat belajar
7.Imitasi     : tiruan
8.Indeks     : daftar nama buku/daftar isi buku
9.Indera     : pancaindera
10.Inisiatip : usaha/tindakan

J.
 1.Jadwal             : kolom/daftar/table
 2.Jaiz                  : diizinkan/boleh dilakukan
 3.Janggal             : keanehan/tidak sedap pada penglihatan
 4.Jangkau            : menjangkau/mengambil
 5.Janin                : bakal bayi yang masih dalam kandungan
 6.Jasad                : sesuatuyang berwujud/sebagai lawan ruh
 7.Jat                    : zat
 8.Jelita                : manis/mungil
 9.Jenderal          : perwira/panglima perang
 10.Jutawan          : hartawan yang hartanya berjuta-juta


K.
 1.Kabung          : berkabung/berduka cita
 2.Kalifah           : khalifah
 3.Kalkulasi        : perhitungan ongkos/biaya
 4.Kamariah        : tahun kamariah/tahun yang menuruti perhitungan bulan
 5.Kandas            :gagal/tidak berhasil
 6.Kandidat         : calon/bakal
 7.Kapital             : modal/hirif besar
 8.kapitalis          : kaum modal
 9.Kasad              : maksud/tujuan
 10.Khawatir        : takut akan sesuatu yang belum terjadi


L.
1.Laba               : keuntungan yang diperoleh
2.Lamban          : tidak tangkas/tidak cekatan
3.Lampau          : lalu/lewat
4.Langsir             : mengatur
5.Lantang           : nyaring dan nyata kedengaran
6.Lancang          : kurang sopan
7.Larang             : tidak mengizinkan
8.Lapang            : luas/tidak sempit
9.Legislatif          : badanpembuat undang-undang
10.Lepas               : sudah tidak terikat


M.
1.Maaf                    : ampun
2.Mabuk                : merasa pening atau hilang ingatan
3.Magang              : calon pegawai yang sudah bekerja tetapi belum mendapat gaji
4.Maya                   : khayal
5.Mayor                 : pangkat perwira
6.Malaikat             : makhluk halus/ruh dari surge
7.Malang               : tidak melintang
8.Meleset              : tergelincir
9.Mental                : terpelanting
10.Murid                 : orang yang lagi berguru

N.
1.Nabati                 : mengenai tumbuh-tumbuhan
2.Negatip               : pernyataan tidak/bukan
3.Negeri                  : tanah dalam arti tempat kediaman
4.Nekad                  : berkeras hati
5.Notes                   : buku catatan
6.Norak                   : udik/dusun
7.Nopember          : bulan ke sebelas
8.Norma                 : ukuran yang menentukan sesuatu
9.Normal                : biasa
10.Nusa                    : pulau/tanah air

O.
 1.Obyek                 : sasaran/tujuan/pelengkap
     2.Obyektif              : hanya mengenai hal/pokok pembicaraan
     3.Obligasi                : surat pinjaman dari pemerintah
     4.Obrol                    : mengobrol/bercakap-cakap
     5.Oknum                 : penyebut diri
     6.Orkes                   : grup musik ada bermacam-macam
     7.Order                   : pesanan/perintah
     8.Otomatis             : dengan sendirinya
     9.Otonom              : pemerintahan sendiri
    10.Otoritet              : otoritas


P
 1.Padam                 : mati apinya
 2.Padat                     : penuh/telah banyak terisi
 3.Paduka                 : sebutan kehormatan kepada orang yang mulia
 4.Pamflet                 : surat selebaran
 5.Pandang               : penglihatan yang tetap dan agak lama
 6.Pandu                   : penunjuk
 7.Panti                      : rumah/tempat/kediaman
 8.Pancaroma          : berwarna-warna
 9.Pelakon                 : pelaku sandiwara
10.Pening                 : pusing kepala/bingung


R.
1.Raba                     : meraba
2.Rangsang             : sangat peka(penciuman bau)
3.Rancang               : merencanakan
4.Rancu                    : kacau bahasanya
5.Realistis                : menurut paham realism
6.Redaksi                 : sidang pengarang pada per surat kabaran
7.Remaja                 : mulai dewasa
8.Resap                    : meresap/menyerap
9.Resolusi                : keputusan/kebijakan
10.Runtuh                : roboh karena rusak


S.
1.Saban                   : tiap-tiap
2.Sabotase              : penyabotan
3.Sadar                     : merasa/ingat terhadap sesuatu
4.Sahwat                 : syahwat
5.Sayup                    : hampir sampai pada sasarannya
 6.Saksi                      : orang yang melihat atau mengetahui sesuatu hal
 7.Sakti                       : kuasa yang melampaui kodrat alam
 8.Saling                     : kata yang digunakan untuk berbalas-balasan
9.Samar                    : tidak nyata kelihatan
10.Sambut               : mendapat balasan


T
1.Tabik                     : persalaman yang di maksud dengan salam
2.Tabir                      : tirai pedinding
3.Tabuh                    : gamelan/bunyian
4.Takjub                   : heran
5.Tafakur                 : perenungan
6.Tagih                      : menagih
7.Takabur                : angkuh/sombong
8.Takdir                    : keputusan/ketentuan Allah
9.Takwa                   : kesalehan hidup
10.Talib                      : orang yang menuntut kebenaran


U.
 1.Uang                    : alat pembayaran
 2.Ubah                    : lain
 3.Ujung                   : bagian penghabisan daripada sesuatu yang panjang
 4.Ukir                       : pahat
 5.Uknum                  : oknum
 6.Ulah                      : tingkah
 7.Ultimatum          : peringatan yang terakhir dengan diberi batas waktu
  8.Umbar                 : membiarkan lepas/bebas
 9.Umpat                 : perkataan yang menjelek-jelekan orang lain
 10.Unjuk                  : memberitahu


V.
     1.Vacuum              : vakum/hampa udara/kosong
     2.Valensi                 : jabatan
     3.Valium                 : benteng
     4.Variasi                  : bermacam-macam
     5.Vatikan                : daerah dan tempat kediaman Paus di Roma
     6.Veto                     : pernyataan menolak
     7.Via                         : jalan/melalui
     8.Vitamin                : zat yang penting untuk tubuh
     9.Vital                      : sesuatu yang sangat perlu untuk hidup
    10.Votum                : suara dalam pemilihan hari pemungutan suara


W.
      1.Wabah               : penyaklit menular yang rata dimana-mana
      2.Wadah                : tempat yang di isi sesuatu
      3.Wadas                 : lapisan tanah yang keras menyerupai karang
      4.Wajah                 : muka
      5.Wajar                  : biasa/sebagaimana adanya
      6.Wajib                   : mesti diamalkan/dilakukan
      7.Wafat                  : meninggal dunia
      8.Wakaf                 : yayasan yang didirikan bedasarkan keagamaan islam
      9.Wakil                   : orang yang dikuasakan bertindak sebagai pengganti
     10.Wali                    : orang yang menurut hokum agama


X.
    1.Xan’thippe         : perempuan bengis
    2.X-mas                  : hari natal
    3.X-ray                    : sinar X
    4.xy’lograph           : ukiran kayu
    5.Xy’lographer       : pengukir kayu
    6.Xylonite               : nama bahan
    7.Xylophone           : alat music yang dipukul/sejenis gambang
    8.Xyster                  : penggores tulang


Y.
    1.Yad                        : tangan/kaki depan
    2.Yaitu                      : ialah/adalah
    3.Yayasan                : badan yang didirikan dengan maksud mengusahakan sesuatu
    4.Yakin                      : percaya
    5.Yoga                       : mengheningkan cipta
    6.Yuda                      : peperangan
    7.Yunda                    : kakak perempuan
    8.Yuran                     : iuran
    9.Yuta                       : juta
   10.Yutawan             : orang yang kaya raya


Z.
    1.Zabah                   : sembelih/menyembelih
    2.Zero                       : titik terendah
    3.Zigzag                    : berkelok-kelok
    4.Ziarah                    : perkunjungan ke tempat yang keramat
    5.Ziadah                   : tambahan
    6.Zone                      : daerah/melingkari
    7.Zohor                    : lohor(waktu dhuzur)
    8.Zuhud                   : pertapa
    9.Zulhijjah               : bulan Arab yang ke dua belas
   10.Zuriah                  : keturunan