Minggu, 11 Maret 2012

Bahasa Indonesia 2

Nama Kelompok  : Utami Indriani      (15109403)

                                 Diah Wikanti         (10109689)

Kelas                     : 3 KA 12

Matkul                   : bhs Indonesia 2

Dosen                     : Sangsang Sangabakti


Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

-Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat lebih khusus.

Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Contoh :

Sebuah sistem generalisasi.

Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,

Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.

Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)

Bentuk silogisme

·         Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.

·         Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.

Misalnya:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang hujan

Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang jalanan basah

Konklusi : Maka hujan.

Silogisme Standar

Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.

Proposisi 1 dan 2 adalah premis

Proposisi 3 adalah konklusi

Contoh:

“Semua pahlawan adalah orang berjasa

Kartini adalah pahlawan

Jadi: Kartini adalah orang berjasa”.

Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi dua

Jumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini.

Masing-masing term digunakan dua kali.

Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi.

Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi).

Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayordisebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama.

Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua.

Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjaditerm subyek dalam kesimpulan

Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M).

Karena M = P; sedang S = M; maka S = P

Premis mayor M = P M = term antara

Premis minor S = M P = term mayor

Kesimpulan S = P S = term minor


Hukum-hukum Silogisme

a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:

1.       Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga

2.       Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan

3.       Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.

4.       Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.

1.       Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.

2.       Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.

3.       Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)

4.       Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.

Bentuk Silogisme Menyimpang

Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.

Contoh:

“Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.

Bentuk standar:

“Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.

Kamu adalah orang yang bekerja disiplin.

Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.

Senin, 10 Oktober 2011

BAHASA INDONESIA

Pada kali ini kita saya akan membahas tentang kesimpulan definisi bahasa dan masing-masing kata dari bahasa baku.

1.Kesimpulan Definisi bahasa.

-Menurut FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

-Menurut WILLIAM A. HAVILAND
Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

-Menurut pendapat SUDARYONO
Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman..

-Menurut  WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

-Menurut PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut..

-Sedangkan menurut saya sendiri Bahasa itu merupakan simbol suatu bangsa untuk beromunikasi dengan baik dan benar sehingga menjadi ciri khas bangsa itu sendiri,,Bahasa tersebut juga sebagai pembeda antara satu bangsa dengan bangsa yang lain atau antara kelompok satu dengan kelompok yang lain,,Bahasa merupakan alat komunikasi yang penyampaiannya di sampaikan dari mulut ke mulut atau dari segi pembicaraan.
2.Bahasa baku 
Bahasa Baku ..
A.
1.Abad   : masa seratus tahun
2.Abjad       : urutan huruf
3.Abnormal : luar biasa
4.Adab        : sopan
5.Adzan      : panggilan solat
6.Apotek     : rumah obat/penjual obat-obatan
7.Abnormal : tidak normal
8.Atlet         : orang yang gemar berolahraga
9.Azasi        : pokok/yang sangat mendasar
10.Awet      : tahan lama

B.
1.Babad : riwayat/sejarah
2.Bahu       : pundak
3.Bahwa     : kata penghubung kalimat
4.Bakau      : pohon yang tumbuh di pantai
5.Bakso      : sejenis makanan yang berasal dari cina
6.Bangkit    : bangun/berdiri
7.Bantu      : tolong
8.Barangkali  : mungkin
9.Baterai     : alat penghimpun
10.Bedah    : operasi

C.
1.Camera  : alat pengambil foto
2.Cabang    : bagian pohon
3.Cabik       : robek panjang
4.Cambah   : kecambah
5.Canda      : tingkah lucu
6.Catuk      : mencatok
7.Cedok      : megambil dengan sendok
8.Cegah      : menahan
9.Cekik       : mencekam leher
10.Cemas   : merasa gelisah

D.
1.Daftar : susunan nama-nama barang
2.Dah         : dinas
3.Dahar      : makan
4.Dana       : uang
5.Dandan   : berhias
6.Dangkal   : cetek
7.Debat      : diskusi
8.Demikian : begitu/begini
9.Demokrasi: pemerintahan rakyat
10.Dempet : berdmpingan

E.
 
1.Eja      : mengeja
2.Ejek         : menyindir
3.Eksak      : pengetahuan
4.Eksamen : ujian
5.Ektra       : tambahan
6.Ekspres   : cepat
7.Elus         : usap/belai
8.Embus     : pergi
9.Episode   : bagian cerita
10.Esok      : sesuda hari ini

F.
1.Fadil    : mulia
2.Fajar        : cahaya matahari
3.Fakir        : miskin
4.Fana        : tidak kekal
5.Fanatik    : kepercayaan yang sangat kuat
6.Fatal        : celaka
7.Fulus       : uang
8.Fungsi     : kegunaan
9.Fusta       : perahu
10.Fenomena: tanda

G.
1.Gabah : butir-butir padi
2.Gadis       : anak perempuan
3.Gaji         : upah kerja
4.Gagah     : kuat
5.Gaib        : tidak keliatan
6.Galak       : buas
7.Gamelan  : bunyi-bunyian dari jawa atau sunda
8.Gapit       : jepit
9.Gaun       : baju perempuan
10.Gejala    : tanda-tanda

H.
1.Habis  : sudah tidak ada yang tersisa
2.Habit       : kebiasaan
3.Hajar       : memukuli
4.Hafal        : telah masuk ingatan
5.Halus       : tidak kasar
6.Hampir    : dekat
7.Hangat    : mendekati panas
8.Hasrat     : keinginan
9.Hasut      : dengki/iri hati
10.Helai      : lembar barang yang tipis seperti daun

I
1.Ibadat  : kebaktian kepada Tuhan
2.Ikhlas      : tulus hati(dengan hati yang bersih)
3.Ikhtisar   : ringkasan
4.Idap        : menderita penyakit yang lama
5.Ideologi  : asas pendapat /keyakinan yang dipakai bedasarkan pemerintahan
6.Ijazah      : izin/tanda tamat belajar
7.Imitasi     : tiruan
8.Indeks     : daftar nama buku/daftar isi buku
9.Indera     : pancaindera
10.Inisiatip : usaha/tindakan

J.
 1.Jadwal             : kolom/daftar/table
 2.Jaiz                  : diizinkan/boleh dilakukan
 3.Janggal             : keanehan/tidak sedap pada penglihatan
 4.Jangkau            : menjangkau/mengambil
 5.Janin                : bakal bayi yang masih dalam kandungan
 6.Jasad                : sesuatuyang berwujud/sebagai lawan ruh
 7.Jat                    : zat
 8.Jelita                : manis/mungil
 9.Jenderal          : perwira/panglima perang
 10.Jutawan          : hartawan yang hartanya berjuta-juta


K.
 1.Kabung          : berkabung/berduka cita
 2.Kalifah           : khalifah
 3.Kalkulasi        : perhitungan ongkos/biaya
 4.Kamariah        : tahun kamariah/tahun yang menuruti perhitungan bulan
 5.Kandas            :gagal/tidak berhasil
 6.Kandidat         : calon/bakal
 7.Kapital             : modal/hirif besar
 8.kapitalis          : kaum modal
 9.Kasad              : maksud/tujuan
 10.Khawatir        : takut akan sesuatu yang belum terjadi


L.
1.Laba               : keuntungan yang diperoleh
2.Lamban          : tidak tangkas/tidak cekatan
3.Lampau          : lalu/lewat
4.Langsir             : mengatur
5.Lantang           : nyaring dan nyata kedengaran
6.Lancang          : kurang sopan
7.Larang             : tidak mengizinkan
8.Lapang            : luas/tidak sempit
9.Legislatif          : badanpembuat undang-undang
10.Lepas               : sudah tidak terikat


M.
1.Maaf                    : ampun
2.Mabuk                : merasa pening atau hilang ingatan
3.Magang              : calon pegawai yang sudah bekerja tetapi belum mendapat gaji
4.Maya                   : khayal
5.Mayor                 : pangkat perwira
6.Malaikat             : makhluk halus/ruh dari surge
7.Malang               : tidak melintang
8.Meleset              : tergelincir
9.Mental                : terpelanting
10.Murid                 : orang yang lagi berguru

N.
1.Nabati                 : mengenai tumbuh-tumbuhan
2.Negatip               : pernyataan tidak/bukan
3.Negeri                  : tanah dalam arti tempat kediaman
4.Nekad                  : berkeras hati
5.Notes                   : buku catatan
6.Norak                   : udik/dusun
7.Nopember          : bulan ke sebelas
8.Norma                 : ukuran yang menentukan sesuatu
9.Normal                : biasa
10.Nusa                    : pulau/tanah air

O.
 1.Obyek                 : sasaran/tujuan/pelengkap
     2.Obyektif              : hanya mengenai hal/pokok pembicaraan
     3.Obligasi                : surat pinjaman dari pemerintah
     4.Obrol                    : mengobrol/bercakap-cakap
     5.Oknum                 : penyebut diri
     6.Orkes                   : grup musik ada bermacam-macam
     7.Order                   : pesanan/perintah
     8.Otomatis             : dengan sendirinya
     9.Otonom              : pemerintahan sendiri
    10.Otoritet              : otoritas


P
 1.Padam                 : mati apinya
 2.Padat                     : penuh/telah banyak terisi
 3.Paduka                 : sebutan kehormatan kepada orang yang mulia
 4.Pamflet                 : surat selebaran
 5.Pandang               : penglihatan yang tetap dan agak lama
 6.Pandu                   : penunjuk
 7.Panti                      : rumah/tempat/kediaman
 8.Pancaroma          : berwarna-warna
 9.Pelakon                 : pelaku sandiwara
10.Pening                 : pusing kepala/bingung


R.
1.Raba                     : meraba
2.Rangsang             : sangat peka(penciuman bau)
3.Rancang               : merencanakan
4.Rancu                    : kacau bahasanya
5.Realistis                : menurut paham realism
6.Redaksi                 : sidang pengarang pada per surat kabaran
7.Remaja                 : mulai dewasa
8.Resap                    : meresap/menyerap
9.Resolusi                : keputusan/kebijakan
10.Runtuh                : roboh karena rusak


S.
1.Saban                   : tiap-tiap
2.Sabotase              : penyabotan
3.Sadar                     : merasa/ingat terhadap sesuatu
4.Sahwat                 : syahwat
5.Sayup                    : hampir sampai pada sasarannya
 6.Saksi                      : orang yang melihat atau mengetahui sesuatu hal
 7.Sakti                       : kuasa yang melampaui kodrat alam
 8.Saling                     : kata yang digunakan untuk berbalas-balasan
9.Samar                    : tidak nyata kelihatan
10.Sambut               : mendapat balasan


T
1.Tabik                     : persalaman yang di maksud dengan salam
2.Tabir                      : tirai pedinding
3.Tabuh                    : gamelan/bunyian
4.Takjub                   : heran
5.Tafakur                 : perenungan
6.Tagih                      : menagih
7.Takabur                : angkuh/sombong
8.Takdir                    : keputusan/ketentuan Allah
9.Takwa                   : kesalehan hidup
10.Talib                      : orang yang menuntut kebenaran


U.
 1.Uang                    : alat pembayaran
 2.Ubah                    : lain
 3.Ujung                   : bagian penghabisan daripada sesuatu yang panjang
 4.Ukir                       : pahat
 5.Uknum                  : oknum
 6.Ulah                      : tingkah
 7.Ultimatum          : peringatan yang terakhir dengan diberi batas waktu
  8.Umbar                 : membiarkan lepas/bebas
 9.Umpat                 : perkataan yang menjelek-jelekan orang lain
 10.Unjuk                  : memberitahu


V.
     1.Vacuum              : vakum/hampa udara/kosong
     2.Valensi                 : jabatan
     3.Valium                 : benteng
     4.Variasi                  : bermacam-macam
     5.Vatikan                : daerah dan tempat kediaman Paus di Roma
     6.Veto                     : pernyataan menolak
     7.Via                         : jalan/melalui
     8.Vitamin                : zat yang penting untuk tubuh
     9.Vital                      : sesuatu yang sangat perlu untuk hidup
    10.Votum                : suara dalam pemilihan hari pemungutan suara


W.
      1.Wabah               : penyaklit menular yang rata dimana-mana
      2.Wadah                : tempat yang di isi sesuatu
      3.Wadas                 : lapisan tanah yang keras menyerupai karang
      4.Wajah                 : muka
      5.Wajar                  : biasa/sebagaimana adanya
      6.Wajib                   : mesti diamalkan/dilakukan
      7.Wafat                  : meninggal dunia
      8.Wakaf                 : yayasan yang didirikan bedasarkan keagamaan islam
      9.Wakil                   : orang yang dikuasakan bertindak sebagai pengganti
     10.Wali                    : orang yang menurut hokum agama


X.
    1.Xan’thippe         : perempuan bengis
    2.X-mas                  : hari natal
    3.X-ray                    : sinar X
    4.xy’lograph           : ukiran kayu
    5.Xy’lographer       : pengukir kayu
    6.Xylonite               : nama bahan
    7.Xylophone           : alat music yang dipukul/sejenis gambang
    8.Xyster                  : penggores tulang


Y.
    1.Yad                        : tangan/kaki depan
    2.Yaitu                      : ialah/adalah
    3.Yayasan                : badan yang didirikan dengan maksud mengusahakan sesuatu
    4.Yakin                      : percaya
    5.Yoga                       : mengheningkan cipta
    6.Yuda                      : peperangan
    7.Yunda                    : kakak perempuan
    8.Yuran                     : iuran
    9.Yuta                       : juta
   10.Yutawan             : orang yang kaya raya


Z.
    1.Zabah                   : sembelih/menyembelih
    2.Zero                       : titik terendah
    3.Zigzag                    : berkelok-kelok
    4.Ziarah                    : perkunjungan ke tempat yang keramat
    5.Ziadah                   : tambahan
    6.Zone                      : daerah/melingkari
    7.Zohor                    : lohor(waktu dhuzur)
    8.Zuhud                   : pertapa
    9.Zulhijjah               : bulan Arab yang ke dua belas
   10.Zuriah                  : keturunan