Senin, 18 April 2011

..Resume..

kesimpulan kelompok5
Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi


Pada bahasan kelompok 4 ini kita akan membahas tentang pertumbuhan ekonomi serta perekonomian tertutup sederhana..mungkin pada bahasan kali ini saya tidak akan membahasnya secara panjang dan lebar karena saya pribadi belum menguasai lebih jauh lagi tentang bahasan pada kelompok 4 ini..berikut yang dapat saya bagikan pada resume di blogger saya ini..
Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang di terimaoleh seluruh 7umah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode dan biasanya selama satu tahun..

manfaat analisis pendapatan nasional itu sendiri adalah untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data terperinci mengenai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Pendapatan nasional ini salah satunya didapat dari pendapatan seseorang dari suatu negara. Yang mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dirinya dan keluarganya. tetapi tidak semua pendapatan yang diterima seseorang masuk ke dalam pendapatan nasional..

Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru dibawah pimpinan presiden soeharto. .saat zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik. karena pada zaman itu salah satunya mungkin karena, sedikitnya partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. karena terlalu banyaknya partai yang ada jadi, para investasi asing tidak lagi menanam sahamnya. karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara..

Konsep - konsep pendapatan Nasional
  1. Pendapatan Domestik bruto (GDP) adalah total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu, yang dihitung berdasarkan nilai pasar
  2. Pendapatan NAsional bruto (PNB) adalah produk domestik bruto ditambah pendapatan netto terhadap luar negeri
  3. Produk NAsional Netto (NNP) adalah pendapatan yang diperoleh dari PNB dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal
  4. Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang diperoleh dari Produk NAsional Netto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi
  5. Pendapatan Perorangan (PI) adalah jumlah seluruh pendapatan yang benar - benar sampai ketangan masyarakat.Tidak semua pendapatan sampai ketangan masyarakat,karena masih dikurangi laba,iuran asuransi,iuran jaminan sosial,pajak perseroan,dan ditambah pembayaran pindahan
  6. Pendapatan Disposabel/Setelah Pajak adalah pendapatan perorangan setelah dikurangi pajak penghasilan
  7. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah total dari nilai tambah bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada satu wilayah selama periode tertentu..

Kamis, 07 April 2011

..Resume..

kesimpulan kelompok 4
Struktur Pasar..

Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. pada analisa ekonomi jenis pasar dibedakan menjadi 2 yaitu, pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran dimana jumlah pembeli dan penjual sedemikian banyak atau tidak terbatas. sedangkan pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output dipasar. contohnya :
- pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran dimana hanya ada satu penjual/ produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen. contoh: PT pos dan giro, PT PLN dll
- pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, dimana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar. contonya : perusahaan semen dan air mineral.
- pasar duopoli adalah suatu pasar dimana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan. contohnya : pertamina dan caltex.
- pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. contohnya : menjual produk sabun karena sudah banyak perusahaan memproduk sabun yang berbeda-beda.
- pasar monopsoni.

begitu banyaknya jenis pasar yang ada di indonesia,,itu berarti negara indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya tetapi sayang sumber daya alam yang banyak ini terkadang tidak dipergunakan dengan baiik malah sebaliknya di manfaatkan untuk hal sia-sia akibatnya banyak sumber daya alam kita yang rusak bahkan hampir mengalami kepunahan,,jika saja masyarakat negara indonesia mau bekerja sama dalam membangun negara pasti negara kita akan menjadi negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah baik dari segi kualitas maupun kuantitas SDA itu sendiri..maka dari itu kita sebagai masyarakat indonesia harus peduli terhadap lingkungan yaa minimal kalo melihat ada sampah ya diambil gitu dan dimasukkan ke tempat sampahnya..dengan menjaga dan melestarikan budaya bangsa itu berartti kita sudah ikut turut andil dalam pembangunan negara indonesia..:)

Selasa, 22 Maret 2011

..Resume..


Kesimpulan kelompok 3
Perilaku Produsen..


Pada bahasan kali ini saya akan membuat resume tentang perilaku produsen,,hmmm kebetulan bahasan ini kelompok saya lah yang mempresentasikannya di depan kelas,,gak usah panjang lebar yaa kita mulai saja yuukk..:)

Hmmm di jaman sekarang gak munafik lah yaa kitta kalo uang adalah sumber dari segala sumber kebutuhan,,dengan adanya uang yang memadai semua yang kita inginkan dan butuhkan gak mustahil dong dapat terwujud,,tapi yang namanya uang itu tidak akan ada dengan cara cuma-cuma dengan kata lain tanpa berusaha laaah,,kita harus pintar-pintar memikirkan bagaimana menghasilkan uang yang halal agar bermanfaat nantinya untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga,,karena faktor-faktor tersebut lah ada yang namanya prosen dan konsumen yaa saling tukar kebutuhan aja gitu,,nah pada kesempatan ini saya akan membahas perilaku produsen dan podusennya itu sendiri..

Pengertian produsen yaitu orang yang memproduksikan barang dan jasa hmm penjual-penjual yang sering kita kunjungi itu bisa dikatakan produsen juga loh..nah kalo yang namanya perilaku produsen itu sendiri yaitu tindakan serta hubungan sosial yang dilakukan oleh individu maupun kelompok serta organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa itu sendiri..selain untuk berdagang ternyata para produsen itu mempunyai tujuan yang lainnya lohh diantaranya mereka ingin mendapakan keuntungan yang sebanyak-banyaknya tetapi dengan modal yang seminim alias sesedikit mungkin..terkadang para produusen tidak lantas hanya menjual satu atau dua barang saja,bermacam-macam barang dan jasa pun dapat dijualnya dengan tujuan ya itu tadi yaitu mendapatkan keuntungan,, kita bisa menyebutnya uang yang sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup..

Tetapi jangan salah loohh produsen juga tidak segampang itu untuk bisa mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin,,terkadang banyak kendala,tantangan bahkan rintangan yang harus dihadapi oleh para kaum produsen tersebut,,diantaranya ya gak usah jauh-jauh deh saya beri contoh dahulu ada produk tuh yang namanya "taranasiku" semacam makanan cepat saji gitu deh,,dulu orang-orang berminat sekali dengan produk itu tapii lama-kelamaan produk itu bagai hilang di telan bumi mungkin karena gak cocok kali yaa dengan perutnya orang indonesia hihiii..nah itulah kendalanya seorang produsen harus memikirkan matang-matang tentang selera masyarakat yang tinggi dan mana yang suda  tidak diminati lagi oleh kebanyakn masyarakat kita..

Tapiii sayangnya banyak juga orang-orang Indonesia yang licik yang menghalalkan segala cara tanpa memikirkan efek serta bahaya yang di timbulkan oleh kelicikkan itu sendiri,,sebagai contoh dewasa ini kita banyak di takutkan oleh adanya formalin pada tahu atau tempe,,anda-anda tau sendiri kan kalo tahu tempe itu makanan pokok orang-orang Indonesia nah gimana gak pada "paranoid" tuh makanan yang kita makan sehari-hari di awetkan dengan bahan untuk pengawet jenazah gitu,,iihhhh serem yaaa :'(

Seharusnya kalo kita sebagai produsen yaa gak boleh gitu dong harus yang jujur kalo mau berbisnis,,lagi pula bersaing secara sehat itu lebih enak lohh,,lebih halal dan yang lebih utama itu yaa gak dosa ya kaaaannnnn???saran saya agar para produsen-produsen kita bisa bersikap profesional deh gak mentingin kuantitas aja tapi justru kualitaslah yang harus di utamakan..

Sekian dulu yaaa :)

Jumat, 11 Maret 2011

..Resume..

kesimpulan kelompok 2
Perilaku Konsumen..


konsumen adalah seseorang yang memiliki pendapatan yang dipergunakan untuk membeli barang kebutuhan.. sedangkan perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang dilakukan seseorang individu atau kelompok dan organisasi dalam mendapatkan atau mengunakan produk. terdapat dua teori pendekatan perilaku konsumen yaitu pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal..


perilaku konsumen ini sangat didasari dengan motivasi,, dan kebutuhan konsumen itu sendiri.
Dalam kehidupan masyarakat di indonesia saat ini, perilaku para konsumen kebanyakan memiliki perilaku konsumtif, membeli sesuatu barang bukan sesuai kebutuhan melainkan membeli sesuatu barang karena tuntutan zaman yang sebenarnya barang itu belum dibutuhkan untuk orang itu. kalau menurut saya perilaku konsumen di indonesia yang konsumtif ini juga bisa disebabkan karena budaya kita yang semakin lama semakin ke barat-baratan..

seharusnya masyarakat menyadari perilaku itu tidak baik, karena masih banyak orang-orang yang kurang mampu yang membutuhkan bantuan kita dan iu menunjukkan beapa kurang bersyukurnya kita kepada Allah SWT ..seharusnya kita lebih melihat ke orang sekitar dan jangan hanya memuaskan nafsu berbelanja dan bermewah-mewahan saja yang ada di diri kita...


berbeda dengan perilaku masyarakat di negara maju seperti amerika serikat dan inggris. walaupun saya belum tau perilaku masyarakat di negara-negara maju seperti amerika serikat dan inggris, karena saya memang belum pernah pergi ke sana. tetapi saya berharap suatu hari nanti bisa sekali-kali mengunjungi negara maju tersebut..amienn. tetapi saya pernah mendengar cerita atau melihat berita di televisi tentang perilaku konsumen di negara maju tersebut..


sebenarnya di negara maju tersebut masyarakatnya tidak konsumtif seperti yang ada di indonesia. masyarakat disana malahan selalu mempergunakan barang yang mereka beli dengan sebaik-baiknya dan selalu menjaga barang yang telah mereka beli. dan mereka akan membeli barang yang sejenis ketika barang tersebut telah rusak atau tidak bisa dipergunakan..:)


..Resume..


 kesimpulan kelompok 1..

penentuan harga,,permintaan dan penawaran..



Kesimpulaann...
Penetapan harga yaitu menetapkan harga suatu  barang. Penentuan harga juga memiliki beberapa tujuan dan pendekatan dalam penentuan harga,,pendekatan tersebut ada 3 macam yaitu : pendekatan supply dan demand,,pendekatan yang berorientasi ke biaya dan pendekatan pasar..selain itu penentuan harga juga memiliki strategi2 tertentu..
Permintaan adalah umlah barang atau komoditi  yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat social dalam  suatu pasar ekonomii..permintaan juga memiliki hukum permintaan yaitu “semakin tinggi harga barang maka semakin sedikit jumlah barang yang diminta begitupun sbaliknya “semakin rendah harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang di minta “..

Faktor2 yang mempengarui permintaan yaitu harga barang itu sendiri,,harga barang2 lain yang bersifat substitutive terhadap barangg tersebut,,pendapatan masyarakat,,selera dan perilaku seseorangg dan jumlah penduduk..

Penawaran adalah jumlah penawaran atau jumlah barang  dan komoditi yang akan di produksi dan ditawarkan untuk di jual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat social dalam pasar ekonomii..

Faktor2 yang mempengaruhi penawaran ialah harga barang itu sendiri,,harga barang2 lain,,biaya produksi,,tujuan2 perusahan dan tingkat teknologi yang di gunakan..
Macam2 penawaran :
1.       Penawaran individu : jumlah barang yang akan di jual oleh seorang penjual.
2.       Penawaran kolektif  : keseluruhan jumah suatu barang yang di tawarkan oleh penjual dipasar..

Tujuan penetuan harga :
1.mendapatkan keuntungan yang sebesar2nya
2. mempertahankan perusahaan
3. menggapai ROI
4. menguasai pangsa pasar
5. mempertahankan status quo

s





Rabu, 23 Februari 2011

..Perilaku Produsen..

Perilaku Produsen


2.1 Teori Produksi
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
1. produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah (misalnya jumlah modal tetap, sedangkan tenaga kerja berubah).
2. produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan.
Bila seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan :
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.
Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar :
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Para produsen akan memahami perilaku konsumen para pemasar akan memahami bagaimana konsumen melakukan proses pembelian. Apa saja yang dilakukan konsumen sebelum mereka melakukan pembelian. Tahapan-tahapan apa saja yang terjadi sampai seorang konsumen mengambil keputusan untuk membeli.


2.2 Teori Ekonomi
                Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn), dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan.

                Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :
The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :

Catatan :
-          Kurva Physical Total (TPP) adalah kurva yang menunjukkan tingkat produksi total pada berbagai tingkat penggunaan input variable.
-          Kurva Produk Marginal adalah kurva yang menunjukkan tambahan dari input physical product yang disebabkan oleh penhggunaan tambahan 1 unit input variable.
-          Kurva Produk rata-rata (APP) adalah kurva yang menunjukkan hasil rata-rata perunit input variable pada berbagai tingkat penggunaan input tersebut.







1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.
2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum (titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal.
4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula
digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2 – 0,2 X3,
dimana :
Y = produk
X = faktor produksi.

2.3 Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X   = faktor produksi;
Px = harga faktor produksi.

2.4 Least Cost Combination
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi.

2.5 Pembahasan masalah seputar perilaku produsen dengan permasalahan pada produsen bahan pangan
Kalau kita berbicara tentang produsen, tentu saja salah satu dari tujuannya yang terbesar adalah menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal se”minim” mungkin, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang ingin merugi. Namun bila ditelaah lebih lanjut, tidak sedikit produsen yang “bermain nakal” dalam usahanya, terlebih lagi dalam bidang penyediaan bahan pangan. Banyak kasus-kasus di negeri ini tentang hal tersebut, namun pada kesempatan ini penulis hanya akan mengangkat tentang masalah tahu berformalin.

Industri tahu cenderung bersifat padat karya, yaitu lebih menekankan pada kuantitas tenaga kerja yang dipekerjakan pada bidang produksi industry tersebut. Bila dicermati lebih mendalam, industri ini mengeluarkan uang yang relatif banyak dikarenakan sifatnya yang padat karya. Pada satu sisi, meskipun gaji tenaga kerja pembuat tahu tidak besar, namun pekerjanya berjumlah banyak. Hal ini dapat kita kaitkan dengan teori produksi yang berbunyi :
“Bila seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan :
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.”
Dan bahasan Produksi Optimal yang berbunyi “Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X   = faktor produksi;
Px = harga faktor produksi.”
Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa produsen harus memiki kemampuan untuk menentukan berapa banyak faktor produksi yang diperlukan agar harga produksi menjadi optimal.

                Namun permasalahn tidak berhenti pada poin bahasan di atas, banyak produsen yang kurang merasa puas dengan keuntungan yang diperolehnya, baik dari faktor dalam industri maupun faktur luar, dalam bahasan ini, faktor luar yang dimaksudkan adalah tidak lakunya produk jualan dikarenakan masa layak konsumsi produk yang kurang tahan lama. Maka ada produsen yang bertindak curang, diantaranya untuk menekan kerugian akibat tidak lakunya produk tahu tersebut, dalam hal ini produsen memakai formalin untuk menambah masa layak konsumsi produk tahunya.

                Bila kasus tersebut dihubungkan dengan teori Least Cost Combination, maka kita akan memperoleh keterkaitan bahwa pengusaha menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Karena bila produsen memberikan formalin pada produk tahunya, maka nilai input hanya akan bertambah sedikit, namun berdampak besar pada keuntungan yang akan diterima produsen.

Selasa, 08 Februari 2011

..Kesan Pertama Belajar Teori Organisasi Umum..

Ibu salam kenal yaa dan selamat mengajar di kelas kamii ..
kesan pertama saya belaja softskill hmm asikk banget..
senang bisa di ajar sama ibu..
ibu tuh orangnya baik,tegas,displin,bahkan mau mengajak kita untuk bangkit serta tidak bermalas-malasan..

Ibu mau mengajak kita untuk ikut berpartisipasi dalam penulisan di mata kuliah teori organisasi umum inii..kita dapat memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain dengan media blog ini..
Semoga dengan adanya ibu di kelas kami dapat menambah semangat belajar kami untuk lebih memerhatikan mata kuliah teori oraganisasi umum ini dan lebih mau berfikir dalam penulisan penulisan yang kami upload untuk mata kuliah softskill inii ..:)